Sabtu, 02 Februari 2013

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BANJIR


Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.
Di banyak daerah yang gersang di dunia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk, atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. Ketika hujan turun, yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air kering dengan air. Banjir semacam ini disebut banjir bandang.
Penyebab banjir – Diantara beberapa penyebab banjir adalah:
  • Ilegal Loging (Penebangan hutan liar)
  • Bertumpuknya sampah pada saluran air, sehingga terjadi penyumbatan pada saluran air.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman kembali pada daerah / hutan hutan yang baru di tebangi.
  • Tidak adanya lagi tanah resapan untuk digunakan air sebagai tempat baginya beristirahat dikala hujan turun. tidak ada lagi lahan hijau sebagai tempat resapan air tanah. akibatnya, ketika hujan tiba, tanah menjadi tergerus oleh air dan kemudian air terus meluncur tanpa adanya penghalang alami yang kemudian menyebabkan banjir. dan masih banyak lagi penyebab-penyebab banjir yang lainya.
Faktor alam penyebab terjadinya banjir adalah:
Badai  juga dapat menyebabkan banjir melalui beberapa cara, di antaranya melalui ombak besar yang tingginya bisa mencapai 8 meter. Selain itu badai juga adanya presipitasi yang dikaitkan dengan peristiwa badai. Mata badai mempunyai tekanan yang sangat rendah, jadi ketinggian laut dapat naik beberapa meter pada mata guntur. Banjir pesisir seperti ini sering terjadi di Bangladesh.
Gempa bumi dasar laut maupun letusan pulau gunung berapi yang membentuk kawah (seperti Thera atau Krakatau) dapat memicu terjadinya gelombang besar yang disebut tsunami yang menyebabkan banjir pada daerah pesisir pantai.

MENANGGULANGI BANJIR


Untuk meminimalisasi dampak banjir, pihaknya akan segera menambal tanggul-tanggul yang rawan jebol. Selain itu, akan ada juga kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun sheet pile (perkuatan tebing sungai) di Sungai Pesanggrahan, Angke, dan Sunter. Proyek ini akan menelan dana Rp 1,7 triliun.
Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar, Rabu (18/7/2012) pagi waktu setempat, mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi. Dari pantauan Kompas.comdi lapangan, wilayah yang terparah adalah kawasan Monang-Maning, Denpasar.
Ratusan rumah di kawasan padat penduduk ini terendam banjir hingga setengah meter akibat sungai di sekitar rumah warga meluap. Dua wilayah di Monang Maning yang cukup tinggi genangan airnya adalah Jalan Gunung Kelimutu dan Jalan Patuha. “Setiap hujan deras pasti banjir, enggak mungkin enggak,” ujar Ketut Budi, salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir.
Budi masih sempat menyelamatkan barang-barang berharganya ke tempat yang lebih tinggi sebelum air masuk ke dalam rumahnya. “Kita sudah siaga, kalau hujan sudah siap-siap. Tadi sudah naruh barang-barang di atas bangku,” jelasnya.
Hujan mulai reda sekitar pukul 09.30 WITA. Genangan banjir pun kini sudah mulai surut.

BANJIR BANDANG TEWASKAN TIGA KORBAN


Tiga koban ditemukan tewas pascabanjir bandang Padang, Sumatera Barat  (Sumbar), Kamis (13/9) dini hari tadi. Sebelum ditemukan tak bernyawa, ketiganya sempat dinyatakan hilang.
"Tadi pagi kembali ditemukan satu orang lagi, dan sudah tidak ada (meninggal)," kata Koordinator Sekretariat Bersama Pencinta Alam Sumbar, Rico Rahmat, Kamis (13/9).
Tiga korban meninggal ini merupakan empat orang yang dinyatakan hilang pascabanjir bandang yang menghantam kawasan di bantaran Sungai Batang Kuranji. Ketiga korban ini yakni, Jamaris (45), Najwa (6), dan Safa
Menurut Rico, hingga kini dipastikan satu orang korban masih dinyatakan hilang. Najwa dan Safa merupakan kakak beradik dari pasangan Emrizal dan Juli. Semua korban saat ini tengah dievakuasi ke kediamannya.
  Beratnya medan menyulitkan proses evakuasi terhadap para korban karena tim terpaksa menerobos timbunan longsor yang menutup akses sepanjang 1,5 kilometer. Selain menewaskan warga, banjir bandang juga memicu longsor dan menimbun tujuh unit rumah di desa Batu Busuak, Kecamatan Pauh.
Saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya melakukan penelusuran untuk mendata kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir bandang berulang. Banjir bandang ini juga menyebabkan sejumlah rumah di Banda Gadang, Gunung Pangilun, terendam air hingga setinggi jendela rumah.

SAMPAH SETELAH BANJIR DIBERSIHKAN SECARA BERGOTONG ROYONG



Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa pengelolaan sampah sisa banjir menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan DKI. Namun, saat ini tugas itu masih dalam masa transisi dari Dinas Pekerjaan Umum ke Dinas Kebersihan.
"Nah, mungkin April sudah selesai lah sehingga Oktober, semua sungai sudah bisa terasa (tanpa sampah). Kalau sekarang kebanyakan, dibiarkan saja menumpuk," kata pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota Jakarta, Rabu (30/1/2013).
Basuki mengatakan, saat ini Dinas Kebersihan kekurangan personel sehingga kegiatan pembersihan itu juga akan dibantu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan kelurahan serta kecamatan setempat. "Sampah itu terus kami tangani, memang kita perlu akui Dinas Kebersihan masih kekurangan orang. Semua sampah itu tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Dinas Kebersihan. Tapi kalau ada sampah yang di sungai-sungai, kita minta Dinas PU bantu. Di kelurahan juga kita bayar pihak ketiga, makanya sebenarnya saat ini kita dalam tahap pembenahan," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.